Wednesday, November 13, 2019

Bagaimana Jam Tangan Pria Menjadi Trend di Dunia?


Pada awal kemunculannya, jam tangan hadir dan dipakai oleh para perempuan. Namun, perkembangan budaya dan fashion merubah stigma Eropa di awal abad 20. Seperti perkembangan kultural yang sistematis, laki-laki ikut terjun di dalam industri fashion dengan membawa slogan Gender not the Separator. Sejak itulah lahir jam tangan pria.

Lahirnya Jam Tangan Pria

Runtuhnya stigma laki-laki bukan bagian dari fashion postmodern. Industri jam tangan seperti The Garstin Company mulai memproduksi jam tangan pria. Hal ini sebenarnya bukan yang pertama. Langkah ini sudah jauh-jauh hari sebelumnya dilakukan oleh militer Inggris. Dengan menyematkan jam tangan pada para serdadunya.

Bertujuan untuk memudahkan penandaan waktu bertahan dan menyerang. Langkah ini juga lahirkan Champaign Watch. Yakni jam tangan yang yang diproduksi oleh Mappin & Webb di 1898. Jam ini tadinya bertujuan demi mengumpulkan support publik terhadap agresi yang dilakukan Inggris pada Sudan kala itu.

Namun,lahirnya industri jam tangan dan industrinya dimulai dengan revolusi industri 1 juga dengan Post war impact. Eropa sebagai pemenang perang dunia 1 dibarengi dengan runtuhnya Constantinople. Membuat kiblat peradaban dunia bergeser ke barat. Produksi massal mulai di genjot, lahirnya Wilsdrof & David watch yang kemudian kita kenal sebagai Rolex.

Revolusi Jam Tangan Klasik

Kini jam tangan sudah menjadi barang lazim bagi semua orang. Produksinya sudah tak berbatas dengan metode klasik mekanika lagi. Jam Tangan Pria digital juga sudah mulai diproduksi pada era 80-90 an. Casio brand pioneer dalam model jam digital meraja tanpa persaingan berarti. Namun,di era industri 4.0 ini siapakah yang akan berjaya?

Jam tangan tidak kehilangan pasarnya meski bersaing dengan smartphone. Malahan kini para raksasa teknologi mulai ikut bergulat di industri jam tangan. Smartwatch yang kita kenal merupakan rekayasa kultural dan teknokrasi. Lahir dari riset berkebutuhan panjang dan melihat celah manja dari manusia. Smartwatch begitu diminati seiring berkembangnya zaman.

Langkah revolusioner ini tak lepas dari kebutuhan manusia. Yang kita butuhkan alat penyokong produktivitas kini sudah terlampau komplit. Anda bahkan bisa membaca pesan, mendengarkan musik, mengkepo mantan juga mengambil gambar tanpa ketahuan. Perkembangan teknologi sudah membawa jam tangan ke ranah yang jauh dari substansinya.

Trend Dunia atas 'Waktu'

Waktu adalah uang? Tentu kalimat tersebut cukup akrab di telinga kita. Waktu bukan hanya uang kini waktu bisa berarti apapun. Kalau mau iseng kita lihat alat penunjuk waktu saja sudah tak cuma tunjukkan waktu. Detak jantung Anda secara explicit terekam dalam smartwatch yang Anda kenakan. Dengan alasan penyempurnaan dan pengembangan atas berbagai alasan.

Kita justru melihat trend sebagai metode pengembangan level diri. Kalau Anda pakai Apple watch strata sosial akan naik 10 level. Trend jaman sekarang tak lebih dari kesuksesan promosi barang dagangan koperasi gajah yang pandai. Kita termakan trend dan terjun masuk ke ekosistem yang sama sekali tak kita kenali.

Perlu memang kita berkaca pada kebutuhan kita sendiri. Primer? Sekunder? Tersier? Alterniter? Moderator? Semua cuma kita yang mampu menjawab. Sangat benar kalau kita bilang perlu penggalian yang dalam untuk mengenal siapa dan apa yang kita butuhkan. Namun urusan trend jam tangan pria, kita tau siapa dan apa pemenangnya.
Setelah pergulatan panjang kita memang tetap perlu menyimpulkan. Bisa dikatakan jam tangan pria jauh dari sekedar perkembangan budaya. Justru lebih ke evolusi pola pikir manusia. Keperluan kita soal jam tangan tentu berbeda-beda. Klasik, digital, smartwatch, adventure Anda bisa tentukan sendiri mana yang lebih tepat untuk Anda pilih untuk temat keseharian Anda.

No comments: